G2Academy Homepage

8 Tips Kerja Remote Agar Bisa Lebih Produktif

by | Jan 12, 2023 | Educational | 0 comments

8 Tips Agar Kerja Remote Bisa Lebih Produktif – Sejak terjadinya pandemi di tahun 2020, banyak perusahaan yang akhirnya bertransformasi dari bekerja sepenuhnya di kantor menjadi bekerja dari rumah atau kerja remote bagi para karyawannya.

Setelah dua tahun berlalu, ada beberapa perusahaan yang tetap menerapkan sistem kerja remote karena dirasa cukup efektif, bahkan banyak manfaatnya. Namun ada juga beberapa perusahaan yang kembali lagi menerapkan bekerja sepenuhnya di kantor, serta ada juga perusahaan yang menerapkan sistem kerja hybrid yaitu penggabungan antara kerja remote dan kerja dari kantor. Semua tergantung dengan kebijakan dan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Sistem kerja remote memang memberikan kesan dan pengalaman tersendiri bagi para karyawan, bahkan ada yang sengaja mencari pekerjaan yang bisa dilakukan secara full remote.

Bicara soal kerja remote, ada baiknya kita ketahui dahulu apa itu sebenarnya kerja remote. Lalu mengapa banyak orang yang lebih menyukai sistem kerja remote? Serta apa saja kelebihan dan kekurangan kerja remote? Di artikel ini kamu akan menemukan jawabannya.

Selain itu G2Academy juga akan memberikan beberapa tips kerja remote agar menjadi lebih produktif. Penasaran? Mari kita simak!

 

Tips Kerja Remote

Apa Itu Kerja Remote?

 

 

tips kerja remote

Kerja remote merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan dan diselesaikan tanpa perlu pergi ke kantor. Dalam arti lain, kerja remote dapat dilakukan dari rumah, cafe, coworking space, atau tempat-tempat lainnya yang kondusif. Sistem kerja seperti ini dinilai memberikan kenyamanan bagi para karyawan.

Bahkan, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Flex Jobs bersama Mental Health America, mereka menemukan responden yang memiliki sistem kerja yang fleksibel (termasuk kerja remote) melaporkan kesehatan mental mereka yang lebih baik. Faktanya, karyawan yang tidak memiliki sistem kerja yang fleksibel hampir dua kali lebih mungkin memiliki kesehatan mental yang buruk.

Dari mereka yang memiliki sistem kerja yang fleksibel tersebut, 48% mengatakan work-life balance mereka berada dalam kondisi yang sangat baik. Itu artinya, produktivitas kerja karyawan berada dalam kondisi yang baik sehingga mereka mampu menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal.

Oleh karena itu, tak bisa dipungkiri, fleksibilitas yang tinggi membuat banyak orang menginginkan pekerjaan dengan sistem seperti ini.

 

Kelebihan dan Kekurangan Kerja Remote

laptop & monitor

Kelebihan Kerja Remote

Berikut beberapa kelebihan kerja remote:

  1. Dapat menghemat biaya transportasi
  2. Lebih hemat tenaga karena tidak perlu effort untuk berjalan atau berkendara menuju kantor dan pulang ke rumah
  3. Lebih hemat waktu karena tidak perlu melakukan perjalanan pulang-pergi kantor, apalagi jika kondisi jalanan macet, tentu akan lebih banyak memakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan
  4. Kerja remote memudahkan karyawan memilih tempat yang lebih nyaman sehingga bisa lebih fokus dalam bekerja
  5. Membuat kesehatan mental menjadi lebih baik
  6. Meningkatkan work-life balance
  7. Lebih fleksibel sehingga dapat membantu mengurangi stres
  8. Lebih tenang karena tidak perlu berjauhan dengan keluarga
  9. Meningkatkan produktivitas sehingga pekerjaan bisa lebih cepat selesai

 

Kekurangan Kerja Remote

Kerja remote juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya:

  1. Mudah terdistraksi dengan kondisi rumah (jika kerjanya di rumah)
  2. Lebih sulit dipantau sehingga bisa menimbulkan masalah kepercayaan
  3. Koordinasi menjadi lebih sulit, apalagi jika kondisi internet tidak stabil
  4. Rendahnya interaksi langsung dengan karyawan lain
  5. Jam kerja yang seringkali melebihi batas waktunya.

 

8 Tips Kerja Remote Agar Lebih Produktif

tips kerja remote

 

Bekerja secara remote bisa menjadi sangat efektif dan produktif, namun bisa juga menjadi boomerang jika tidak pandai mengelola waktu dan mengelola skala prioritas, bisa-bisa pekerjaan menjadi semakin menumpuk dan akhirnya kehilangan produktivitas kerja.

Agar kerja remote tidak menjadi boomerang, berikut 8 tips kerja remote agar menjadi lebih efektif dan produktif:

1. Siapkan Tempat Kerja yang Nyaman

Tempat kerja sangat berpengaruh terhadap efektivitas dan produktivitas kerja. Tempat kerja yang nyaman bisa membuat kamu lebih fokus sehingga bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaan. Sebaliknya, tempat kerja yang tidak nyaman, banyak terdistraksi, akan memperlambat kinerja kamu, bahkan kamu akan kehabisan waktu dan energi hanya untuk sekedar berkonsentrasi.

Berikut beberapa hal yang dapat membantu kamu bekerja dengan lebih nyaman:

  • Siapkan tempat kerja yang tenang dan kondusif. Jika kamu bekerja di rumah dan tinggal bersama keluarga, maka kamu perlu tempat khusus untuk bekerja, atau komunikasikan secara baik dengan keluarga jika mulai ada distraksi di rumah.
  • Siapkan meja dan kursi yang ergonomis. Meja dan kursi yang ergonomis akan mendukung kamu supaya lebih nyaman dan betah dalam bekerja. Selain itu, meja dan kursi ergonomis juga dapat menghindarkan kamu dari cedera dan kecapekan.
  • Siapkan headset atau earphone. Piranti ini berfungsi untuk mendengarkan lagu ketika jenuh atau butuh lebih fokus. Selain itu juga sangat berguna ketika kamu perlu melakukan meeting online atau conference call.
  • Siapkan air minum dalam botol.
  • Menyiapkan air minum di dekat meja kerja cukup penting untuk menghindari dehidrasi dan membantu kamu semangat lagi dalam bekerja. Upayakan menggunakan botol air minum untuk menghindari tumpah sehingga bisa saja mengenai laptop atau perangkat kerja lainnya.

2. Pastikan Internet Stabil

Bekerja secara remote tentu sangat mengandalkan jaringan internet, mulai dari tools pekerjaan yang harus terkoneksi dengan internet, dan juga komunikasi yang pastinya dilakukan secara online. Jadi pastikan internet kamu stabil agar pekerjaan dan komunikasi dapat dilakukan dengan baik.

3. Gunakan Aplikasi Pendukung

Gunakan aplikasi pendukung untuk lebih memudahkan kamu dalam bekerja. Misalnya aplikasi task management seperti JIRA atau Basecamp yang dapat memantau perkembangan task antar tim, kemudian aplikasi pendukung komunikasi seperti Lark, Slack, Whatsapp, Telegram, serta aplikasi pendukung meeting online seperti Zoom atau Google Meet.

4. Tentukan Task Prioritas dan Buatlah Alur Kerja yang Jelas

Banyaknya pekerjaan mungkin akan membuat kamu kebingungan untuk menentukan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Kamu bisa menentukan task prioritas berdasarkan deadline atau berdasarkan task yang lebih mudah terlebih dahulu. Kemudian setelah pekerjaan yang satu selesai, segera kerjakan task berikutnya, dengan begitu kamu akan memiliki alur kerja yang jelas dan terlihat hasilnya.

5. Adakan Jadwal Rutin Untuk Laporan Bersama Tim

Mengadakan jadwal rutin harian untuk laporan bersama tim sangat diperlukan jika bekerja dilakukan secara remote. Kamu dan setiap anggota tim wajib tahu apa yang sedang dikerjakan masing-masing. Ini penting dilakukan agar bisa saling mengecek progres task-nya. Jika ada issue atau problem, ketua tim bisa dengan mudah menurut masalahnya, dan anggota tim juga bisa ikut memberikan solusinya.

Apa yang dikerjakan selanjutnya juga penting diketahui antar anggota tim. Dengan begitu, kamu bisa merencanakan task mana saja yang ingin kamu ambil. Kamu juga dapat berdiskusi terlebih dahulu ketika ingin mengambil task atau membutuhkan bantuan dari teman satu tim.

Selain kedua hal tersebut, tiap anggota tim juga wajib tahu output atau hasil dari task yang telah selesai dikerjakan. Dengan cara itulah, setiap pekerja remote dapat bekerja dengan orientasi pada hasil sehingga akan menjaga anggota tim untuk terus produktif.

6. Jaga Komunikasi antar Tim dan Divisi

Menjaga komunikasi secara online menjadi tantangan bagi karyawan yang bekerja secara remote, karena salah nada baca chat saja bisa jadi salah persepsi. Maka ada baiknya, jika memerlukan koordinasi atau diskusi sebaiknya dilakukan melalui conference call atau melalui aplikasi meeting online sehingga maksud dan tujuan dapat tersampaikan dengan lebih jelas.

7. Jadwalkan Waktu Istirahat

Bekerja secara remote seringkali memakan banyak waktu di luar jam kerja. Padahal walaupun bekerja dari rumah, tubuh kamu juga punya hak untuk istirahat. Jika tiba jam istirahat, usahakan untuk tetap istirahat, kecuali jika ada pekerjaan yang darurat. Jadwalkan waktu istirahat dengan baik, karena kesehatanmu juga merupakan aset bagi perusahaan. Jika kondisi fisik kamu perlu melakukan cuti, maka jangan ragu untuk mengajukan cuti.

8. Mulai Harimu Dengan Rutinitas Pagi

Menjaga waktu pagi sangat penting. Siapkan dirimu sebelum melakukan aktivitas kerja. Kamu bisa memulai dengan melakukan olahraga atau mandi pagi agar badan lebih segar untuk bekerja, dan jangan lupa untuk sarapan.

Nah itu dia 8 tips kerja remote agar lebih produktif. Jangan lupa dipraktikkan ya, semoga bermanfaat!

Sudah siap menjadi talenta digital terbaik di Indonesia?

 

Ayo kenali program-program G2Academy lebih dalam!

Writen by: Fitri Rachmawati

Edited by: Santi Putri

 

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bootcamp digital marketing g2academy

Jenis-Jenis Corporate Training yang Wajib Untuk Semua Perusahaan

Jenis-Jenis Corporate Training yang Wajib Untuk Semua Perusahaan - Training merupakan bagian...

Sempat Viral! Apa itu ChatGPT?

Apa itu ChatGPT? Apa Fungsinya? - Sempat ramai diperbincangkan oleh banyak orang di jagat internet...

SEO vs SEM Perbedaan Yang Harus Diketahui!

SEO vs SEM Perbedaan Yang Harus Diketahui - Ada banyak strategi dalam dunia Digital Marketing,...

Fitur Terbaru Dari Python 3.11 Yang Harus Kamu Tau

Fitur Terbaru Dari Python 3.11  - Python merupakan bahasa pemrograman interpretatif multiguna yang...

Digital Marketing? Definisi, Jenis, Manfaat, dan Strateginya

Digital Marketing: Definisi, Jenis, Manfaat, dan Strateginya - Seiring dengan perkembangan...

Big Data: Konsep, Jenis, Fungsi, Karakteristik, dan Dampak Pada Bisnis

Big Data: Konsep, Jenis, Fungsi, Karakteristik, dan Dampak Pada Bisnis - Menukil dari Data...

Perbedaan Bahasa Pemrograman High Level dan Low Level

Perbedaan Bahasa Pemrograman High Level dan Low Level - Dalam dunia ilmu, kita pasti pernah...

Green Coding: Penjelasan, Tujuan dan Mengapa Penting

Green Coding: Penjelasan, Tujuan dan Mengapa Penting - Bukan lagi menjadi rahasia bahwa sejumlah...

Apa Itu Bootcamp? Pengertian, Manfaat, Jenis dan Karir

Apa Itu Bootcamp? Pengertian, Manfaat, Jenis dan Karir - Salah satu dampak positif dari...

​​Mengapa Cyber Security Penting Di Era Transformasi Digital?

Mengapa Cyber Security Penting Di Era Transformasi Digital? - Di era transformasi digital saat...