G2Academy Homepage

SEO vs SEM Perbedaan Yang Harus Diketahui!

by | Jan 12, 2023 | Educational | 0 comments

SEO vs SEM Perbedaan Yang Harus Diketahui – Ada banyak strategi dalam dunia Digital Marketing, diantaranya adalah SEO dan SEM. SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimization, sedangkan SEM merupakan singkatan dari Search Engine Marketing.

Sebagian besar orang mungkin sudah sering mendengar istilah SEO, namun masih asing dengan istilah SEM, padahal keduanya hampir mirip dan sama-sama masih menjadi andalan dalam menyusun strategi marketing. Keduanya merupakan strategi untuk optimasi website agar mendapatkan posisi atas di Google. Namun, keduanya juga memiliki beberapa perbedaan yang perlu dipertimbangkan agar bisa memberikan hasil pemasaran yang maksimal.

Lalu apa saja perbedaan antara SEO dan SEM? Mari kita simak ulasannya!

Pengertian SEO vs SEM

Sebelum membahas perbedaan SEO vs SEM, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari SEO vs SEM.


Pengertian SEO

 

 

seo

SEO (Search Engine Optimization) merupakan upaya sebuah bisnis dalam mengoptimasi website beserta segala aspeknya (konten, sistem, dan lain-lain) yang bertujuan untuk mendapatkan trafik tinggi dari hasil pencarian organik sehingga dapat berada pada peringkat teratas di mesin penelusuran seperti Google. Namun, hal ini hanya dapat dicapai apabila kita mengikuti aturan-aturan yang diterapkan oleh mesin pencari.

Secara umum, ada 3 taktik SEO yang dapat membantu sebuah brand meningkatkan peringkat di halaman mesin pencarian, yaitu:

On-page SEO

On-page SEO merupakan optimasi dari setiap halaman website untuk menargetkan keyword yang spesifik dan muncul di halaman pencarian. On-page SEO lebih berfokus pada cara membuat konten agar terlihat SEO-friendly.

Ada beberapa hal yang harus dioptimalkan dari SEO on page, diantaranya yaitu meta description, URL title, alt text untuk gambar, tag title, internal link dan site speed.

Technical SEO

Technical SEO merupakan taktik untuk mengoptimasi non-content dari sebuah website melainkan dari website itu sendiri seperti memperbaiki fondasi website tersebut serta memperbaiki struktur backend-nya.

Strategi ini berhubungan dengan kecepatan website, indexing, mobile friendly, site architecture, crawl ability, structured data dan keamanan.

Technical SEO dapat memperbaiki user maupun pengunjung yang melakukan pencarian yang akan membuat peringkat website semakin naik ke peringkat teratas.

Off-page SEO

Off-page SEO merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mengoptimalkan website dari luar. Hal ini berguna untuk membangun reputasi dari sebuah website dengan menyambungkan link ke website lain yang lebih berkualitas.

Off-page SEO juga bisa dibilang sebagai cara untuk mempromosikan website dengan melakukan link building, backlink, dan sebagainya.

Backlink merupakan sebuah link yang ditanamkan di website lain dan akan mengarah ke website kita. Usahakan untuk memberikan backlink di situs website yang berkualitas. Namun perlu diperhatikan agar jangan sampai terlalu banyak dalam menaruh backlink karena bisa dianggap spam oleh Google.

 

Pengertian SEM

sem

SEM (Search Engine Marketing) merupakan strategi marketing berbayar yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas website dalam Search Engine Results Pages (SERPS). SEM biasanya ditandai dengan label “Iklan” atau “Ads” atau “Sponsored” pada hasil penelusuran di Google.

Strategi SEM biasanya merujuk pada paid search atau pay-per-click (PPC) marketing dan salah satu saran untuk menggunakan strategi SEM adalah Google Ads.

Dengan strategi ini, marketer akan menggunakan pencarian berupa keyword (kata kunci) dan menciptakan campaign dengan kata kunci terbaik. Marketer atau pengiklan nantinya akan dikenakan biaya jika tiap kali ada pengunjung yang klik iklan tersebut. Oleh karena itu, strategi ini disebut sebagai pay-per-click (PPC).

 

 

Perbedaan SEO vs SEM

seo vs sem
  1. Berdasarkan Hasil Pencarian

    Hasil pencarian SEM memiliki label “Ad”, “Iklan” atau “Sponsored” di dalam mesin pencarian, sedangkan SEO tidak.

    Selain itu, hasil pencarian SEM di mesin pencarian memiliki extension seperti nomor telepon, callout atau link tambahan yang akan menambah biaya jika diklik oleh audiens atau pengunjung web. Sedangkan hasil pencarian SEO hanya menampilkan sedikit cuplikan atau teaser pendek dari isi website tersebut.

  2. Berdasarkan Biaya

    Perbedaan SEO dan SEM juga terlihat dari biaya. Marketer atau pengiklan baru akan dikenakan biaya jika ada audiens yang melakukan klik dari tiap hasil SEM yang muncul di hasil pencarian. Oleh karena itu, para marketer atau pengiklan harus memiliki budget yang cukup besar agar hasil yang diinginkan dapat tercapai dengan maksimal.

    Tapi jangan khawatir, durasi iklan pada SEM dapat diatur sesuai dengan kemauan sehingga budget iklan SEM juga bisa diatur sesuai dengan kemampuan marketer atau pengiklan.

    Lain hal dengan SEO, hasil SEO merupakan hasil organik yang tidak dikenakan biaya apapun.

  3. Berdasarkan Target Audiens

    Dengan menerapkan strategi SEM, marketer atau pengiklan dapat memilih target audiens yang diinginkan secara lebih baik dibandingkan dengan SEO, mulai dari kategori usia, jenis kelamin, wilayah dan sebagainya. Selain itu, target audiens yang digunakan dalam SEM dapat dilakukan pada saat awal melakukan setting iklan, dan target audiens pun jauh lebih terukur dibanding dengan SEO.

    Sedangkan dalam penerapan SEO, marketer atau pengiklan tidak serta merta bisa memilih target audiens. Mereka perlu menaikkan konten terlebih dahulu di website baru bisa menganalisis apakah konten tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan atau tidak. Jika tidak, maka marketer atau pengiklan perlu melakukan optimasi berkali-kali lagi.

  4. Berdasarkan Kecepatan

    Penerapan SEM memang tidak langsung muncul seketika saat memasangnya, karena SEM tetap butuh proses dan persaingan dengan pemasang iklan lainnya. Tapi, proses SEM relatif lebih cepat dibandingkan SEO.

    SEM juga dapat dimatikan atau dinonaktifkan sewaktu-waktu jika ternyata target yang dituju belum didapat, kemudian dapat diaktifkan kembali setelah menentukan ulang target audiens. Sedangkan SEO, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melihat hasilnya dan bisa membaik atau memburuk seiring waktu, tergantung banyak faktor.

  5. Berdasarkan Jangka Waktu

    Penerapan SEM hanya aktif selama pengiklan membayar iklan untuk tampil di hasil pencarian. Sekali mematikan iklan tersebut, maka strategi SEM-nya sudah berakhir.

    SEO justru sebaliknya, SEO akan memberikan dampak optimasi yang cukup lama sehingga lebih bagus untuk jangka panjang. Sebab SEO adalah strategi yang berkembang seiring waktu dengan hasil yang bisa bertahan lebih lama.

  6. Berdasarkan Potensi CTR (Click Through Rate)

    Potensi CTR SEO lebih besar dibandingkan dengan CTR SEM. Meskipun kedua hasil SEO dan SEM tampil di halaman pertama pada saat yang bersamaan, potensi audiens untuk melakukan klik pada iklan berbayar lebih kecil dibanding hasil optimasi SEO.

    Hal ini disebabkan karena audiens cenderung kurang senang dengan tanda “Iklan” yang muncul bersamaan di barisan paling atas pencarian. Mereka akan berpikir link yang muncul dengan tanda iklan / ads tersebut hanyalah iklan biasa dan belum tentu memiliki konten sesuai dengan apa yang diinginkan.

Nah itu dia perbedaan antara SEO vs SEM. Memahami perbedaan SEO vs SEM akan membantu kamu mengambil keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan performa website.

Agar kamu semakin paham dengan strategi marketing SEO, SEM serta strategi marketing lainnya, kamu bisa mengikuti kelas Bootcamp Digital Marketing yang diadakan oleh G2Academy. Yuk segera amankan seatmu!

Sudah siap menjadi talenta digital terbaik di Indonesia?

 

Ayo kenali program-program G2Academy lebih dalam!

Writen by: Fitri Rachmawati

Edited by: Santi Putri

 

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bootcamp digital marketing g2academy

Jenis-Jenis Corporate Training yang Wajib Untuk Semua Perusahaan

Jenis-Jenis Corporate Training yang Wajib Untuk Semua Perusahaan - Training merupakan bagian...

Sempat Viral! Apa itu ChatGPT?

Apa itu ChatGPT? Apa Fungsinya? - Sempat ramai diperbincangkan oleh banyak orang di jagat internet...

8 Tips Kerja Remote Agar Bisa Lebih Produktif

8 Tips Agar Kerja Remote Bisa Lebih Produktif - Sejak terjadinya pandemi di tahun 2020, banyak...

Fitur Terbaru Dari Python 3.11 Yang Harus Kamu Tau

Fitur Terbaru Dari Python 3.11  - Python merupakan bahasa pemrograman interpretatif multiguna yang...

Digital Marketing? Definisi, Jenis, Manfaat, dan Strateginya

Digital Marketing: Definisi, Jenis, Manfaat, dan Strateginya - Seiring dengan perkembangan...

Big Data: Konsep, Jenis, Fungsi, Karakteristik, dan Dampak Pada Bisnis

Big Data: Konsep, Jenis, Fungsi, Karakteristik, dan Dampak Pada Bisnis - Menukil dari Data...

Perbedaan Bahasa Pemrograman High Level dan Low Level

Perbedaan Bahasa Pemrograman High Level dan Low Level - Dalam dunia ilmu, kita pasti pernah...

Green Coding: Penjelasan, Tujuan dan Mengapa Penting

Green Coding: Penjelasan, Tujuan dan Mengapa Penting - Bukan lagi menjadi rahasia bahwa sejumlah...

Apa Itu Bootcamp? Pengertian, Manfaat, Jenis dan Karir

Apa Itu Bootcamp? Pengertian, Manfaat, Jenis dan Karir - Salah satu dampak positif dari...

​​Mengapa Cyber Security Penting Di Era Transformasi Digital?

Mengapa Cyber Security Penting Di Era Transformasi Digital? - Di era transformasi digital saat...